Rain

December 4, 2011 Leave a comment

Bismillah..

Ahad, 4 Desember 2011
13:30 WITA

Hujan turun lagi.. Alhamdulillah..
Seneeeng banget..
Hawanya.. Suaranya.. Aromanya..

Ingin sekali berjalan di bawah hujan yang ga deras (seperti hujan saat ini), menyusuri perlahan jalan setapak di pegunungan, sambil sesekali berhenti menikmati udara segarnya yang basah, berteduh di warung atau rumah penduduk jika hujan mendadak lebat, menikmati minuman hangat..
Hmm.. Really love it :)

Hujan.. Makhluk Allah yang menyejukkan dan menenangkan.. Subhanallah

*Dear Rain, I miss you.. Always..

“Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati. Suingguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).”
[QS. An Nahl, 16:65]

Categories: Uncategorized Tags:

Since I Found You

September 23, 2011 Leave a comment

I think of you in everything that I do
To be with you what ever it takes I’ll do
Cause you my love, you all my heart desires
You’ve lighten up my life forever I’m alive

Since I found you my world seems so brand new
You’ve show me the love I never knew
Your presence is what my whole life through
Since I found you my life begin so new
Now who needs a dream when there is you
For all of my dreams came true
Since I found you

Your love shines bright
Through all the corners of my heart
Maybe you are my dearest heart
I give you all I have my heart, my soul, my life
My destiny is you
Forever true… I’m so in love with you

Since I found you my world seems so brand new
You’ve show me the love I never knew
Your presence is what my whole life through
Since I found you my life begin so new
Now who needs a dream when there is you
For all of my dreams came true
Since I found you

My heart forever true…
In love with you..

[. From: http://www.elyrics.net/read/c/christian-bautista-lyrics/since-i-found-you-lyrics.html .]

Smile..
Itu yang ada di wajahku saat kutemukan dan kubaca lirik lagu ini. Aku merasa lagu ini ditujukan untuk Penciptaku.. -terlepas dari ini adalah sebuah lagu- Aku terhibur.

It’s like I found Him when I miss Him badly, when I’m down & hurt..
And it’s just like say :

♥ “..Be not sad, surely Allaah is with us..” [Al Quran, 9:40]

*Alhamdulillah.. :)

Categories: Uncategorized Tags:

Bila Ibu Boleh Memilih

September 21, 2011 Leave a comment

Anakku..
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu..
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan, Nak, Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut ke mana pun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu
kecewa dan berurai air mata..

Anakku..
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu, maka ibu memilih berjuang melahirkanmu.
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu, adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum di antara peluh dan erangan rasa sakit yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapa pun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah.. saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang
junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku..
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu, Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku..
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, Engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah, Nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah, Nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
agar tidak ada satu keping pun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah, Nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu..  

Referensi : Claim Div (claim_div@cbn.net.id)  

From : The Hackys (blogger)

*Alhamdulillah.. kutemukan tulisan ini.. :)

Categories: Uncategorized Tags:

Back

September 12, 2011 2 comments

Bismillah..

Setelah lama hibernasi, akhirnya aku kembali lagi mengasah secuil skill & ilmu yang kupunya.
Kangeeeen…!!! *Kangen “membantai” O:)

♥ Alhamdulillah.. Thank you, Allah…

Dear clients, be ready, Okay.. ;)
La quwwata illa billah

♥ Semoga penuh berkah.. ^_^

وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

“… Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha & tempat tinggalmu … “
[QS. Muhammad, 47 : 19]

Categories: Uncategorized Tags:

Pulau Laut Barat – Kotabaru – Kalimantan Selatan

June 15, 2011 Leave a comment

Pulau Laut Barat, Kotabaru, Kalimantan Selatan

Negara : Indonesia
Provinsi : Kalimantan Selatan
Kabupaten : Kotabaru
Pemerintahan - Camat

Luas : 398,8 km²
Jumlah penduduk : 17.186 jiwa
Kepadatan penduduk : 43 jiwa/km²
Desa/kelurahan : 21 Desa

Pulau Laut Barat adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kotabaru, dengan ibukota kecamatan Lontar. Pulau Laut Barat terletak di ujung selatan Pulau Laut.

Secara Geografis : terletak di 116° 05’ – 116° 20’ BT dan 0 3° 20’ – 3° 45’ LS .
Posisi ini menjadikan Lontar terletak nyaris berada di tengah-tengah wilayah Indonesia –>  Centre of Indonesia .

Batas Wilayah Sebelah Timur : Pulau Laut
Kepulauan Sebelah Selatan : Laut Jawa
Sebelah Utara : Pulau Laut Tengah
Sebelah Barat : Selat Laut

Kedalaman laut alami berkisar 19 meter membuat pantai Barat Pulau Laut sangat tepat untuk dijadikan sebgai pelabuhan.

Penduduk Kecamatan Pulau Laut Barat terdiri dari beberapa suku bangsa, diantaranya :
- Suku Mandar sebagai penduduk asli
- Suku Bugis
- Suku Banjar
- Suku Jawa (transmigrans).

Mata pencaharian mayoritas penduduk Pulau Laut Barat adalah sebagai nelayan dan petani.
Pesisir Barat Pulau Laut Barat diwarnai dengan kebudayaan khas pesisir Bugis dan Mandar.

Lontar sebagai ibukota kecamatan merupakan kota paling berdenyut di Pulau Laut setelah Kotabaru. Jasa pelabuhan batu bara di kawasan industri Mekarputih menjadi salah satu urat nadi perkembangan kecamatan ini. Kawasan industri Mekarputih saat ini semakin berkembang dengan dibangunnya komplek Shell yang cukup besar.

Potensi kelautan berupa perikanan, kerang mutiara, budidaya kerapu dan rumput laut.
Perkebunan sawit terhampar luas memberikan harapan besar pertumbuhan Pulau Laut Barat untuk semakin maju.
Didukung telekomunikasi yang mudah diakses, potensi-potensi yang ada di Pulau Laut Barat tersebut menjanjikan dan memungkinkan untuk dapat dikembangkan.¤

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pulau_Laut_Barat,_Kotabaru

  Kompleks Puskesmas Perawatan Lontar 

Jalan Lapangan 5 Oktober

Pulau Laut Barat, Kotabaru

Kalimantan Selatan

View of Lontar's Puskesmas & Residence

Lontar, 1 Juni 2011

photo by HMA

Categories: Uncategorized Tags:

Berkunjung ke Pulau Tanjung Kunyit

April 30, 2011 Leave a comment

Lontar, 20 April 2011

Hari itu ada kegiatan Posyandu di Pulau Tanjung Kunyit, Kalimantan Selatan. Empat orang petugas, termasuk aku, berangkat ke sana.
Di perjalanan, motor yang kutumpangi mampir sebentar ke tukang tambal ban, ban belakang kempes.

Perjalanan dilanjutkan kembali. Kami menyusuri jalan yg tidak selalu bagus dan lumayan jauh menuju dermaga di selatan Pulau Laut Barat, Teluk Tamiang namanya.

Sampai di Teluk Tamiang, kami memarkir motor.
Sambil menunggu kapal yang akan menyeberangkan kami, kami melihat-lihat rumput laut yang masih segar, berwarna hijau, baru “dipetik”.

Kami naik kapal kayu.
Air laut tenang. Angin sepoi-sepoi. Pemandangan menakjubkan. Tetapi terik matahari sangat terasa menusuk kulit. Aku bernaung di bawah payungku.
Perjalanan santai saja, memakan waktu sekitar 30′, ditemani ikan-ikan, budidaya rumput laut dan kapal-kapal yang lain.

Tiba di Pulau Tanjung Kunyit.
Terlihat rumah-rumah sederhana di atas pasir pinggir pantai. Sebagian rumahnya berdiri di atas air laut. Rumah panggung. Banyak rumah kayu.
Banyak rumah yang tak tampak layak untuk ditempati manusia. Mirip kandang ayam, bahkan bisa jadi kandang tampak lebih baik daripada rumah mereka. Sekilas terlihat seorang anak kecil sedang BAB di atas pasir. Setelah keluar, ia berpindah tempat untuk membuang yang selanjutnya.

Maasyaa Allaah..

Prihatin.
Terusik rasa malu dan sesak dalam hati.
Sedih.
Di bumi Indonesia masih ada manusia yang hidup seperti ini.

Kami berjalan sampai di rumah kader kesehatan desa. Para orang tua berdatangan membawa anak-anak kecilnya. Anak-anak berseragam sekolah ada pula yang datang. Ibu hamil dan balita dilayani teman-temanku, diperiksa dan mendapat penyuluhan.

Aku pikir pelayanan bagianku tidak kondusif untuk dilakukan saat itu. Aku mati gaya. Anak-anak usia sekolah menonton kami.

Aku panggil satu anak laki-laki berseragam putih merah dan berpeci, ia tampak ceria. Kupersilakan ia duduk di kursi di depanku. Kutanya namanya (haduh… Siapa ya, sekarang aku lupa nih.. :d).
Kuminta ia membuka mulutnya. Kuperiksa rongga mulutnya. Kuajak bicara dirinya. Ia sering memperlihatkan giginya, alias nyengir.
Setelah selesai, aku panggil anak yang lain. Kebanyakan mereka tidak mau, hanya mesem-mesem dan ingin melihat temannya yang diperiksa.

Akhirnya aku kumpulkan anak-anak usia sekolah yang tidak semuanya bersekolah itu. Ada sekitar 30-an anak. Kuminta mereka duduk menghadap aku. Mereka menurut. Aku senang.

Aku memperkenalkan diriku dan teman-temanku kepada mereka. Lalu aku mulai menyampaikan secuil ilmu yang kumiliki. Mereka menyimak uraian dan menjawab pertanyaanku tanpa malu-malu. Wajah mereka dihiasi senyum gembira. Aku senang.
*Untungnya mereka mengerti bahasa Indonesia, jadi aku tidak kesulitan berkomunikasi dengan mereka.

Tak terasa hari semakin siang. Kami harus kembali. Kami pamit pada semua. Kami senang dengan penerimaan yang baik terhadap kami di tempat mereka. Terutama aku, aku senang anak-anak tadi begitu antusias mendengarkan aku berbicara.

Semoga ilmu yang mereka dapatkan, meskipun hanya sedikit, bisa mereka terapkan dan sebarkan.
Semoga anak-anak itu tetap semangat belajar dan dapat meraih cita-citanya.
Kelak jika kalian besar, keluarlah dari pulau itu, Adik-adik, you’ll see the real world..
Bangunlah kampung halaman kalian..

Kami kembali menaiki perahu kayu, menyeberang ke Pulau Laut.

Pulau Tanjung Kunyit..
Meskipun sekejap aku menginjak tanahmu, persinggahan tadi berkesan untukku.
Entah kapan aku bisa datang ke pulau itu lagi.
Thank you, people..

Alhamdulillaah..✉

Posted with WordPress for BlackBerry.

Categories: Uncategorized Tags:

Abortus Incomplete

April 26, 2011 Leave a comment

Lontar, 19 April 2011

Siang itu, setelah jam pelayanan di PKM berakhir, ada pasien abortus incomplete.
Dokter Amin izinkan aku ikut masuk ruang pemeriksaan.
Kulihat sang dokter begitu sabar dan tenang.
Beliau mulai memakai sarung tangan, lalu duduk di depan organ intim pasien, dan mulai melakukan pemeriksaan.

Meskipun aku juga perempuan, tapi aku baru kali ini melihat secara langsung organ tersebut.
Ooh.. Begitu ya..
*semua perempuan sama qo.. :)

Kulihat caranya memeriksa.
Kulihat caranya membersihkan darahnya.
Kulihat caranya memasukkan alat bernama spekulum ke dalam organ itu.
Sang pasien harus “di-kuret”.

*Glekk.. @_@
Maasyaa Allaah..

#Thank you, Doc.. ^_^
Rabbi zidnii ‘ilman naafi ‘an..

Categories: Uncategorized Tags:

Cumi-cumi dan Air Kelapa Muda

April 15, 2011 Leave a comment

Bismillaah..

Jumat, 15 April 2011
@ Lontar

Hari ini pertama kali makan cumi-cumi di sini.
Pas makan, inget kalau cumi-cumi tu mengandung kolesterol yang agak tinggi, hehe..
Mudah-mudahan ga apa-apa, ya (kan ga tiap hari makan cumi-cumi).
Maklum lah, cumi-cumi tu makanan kesukaanku.

Minum air kelapa muda, langsung dari buah kelapa, pakai sedotan.
Ukuran buah kelapanya kali ini lebih kecil daripada biasanya.
Ga apa, segernya dapet qo & ga terlalu bikin kembung ke perut.
Air kelapa muda bagus untuk melancarkan pencernaan.

Alhamdulillaah..

Categories: Uncategorized Tags:

Sweetness

March 14, 2011 Leave a comment

..Ya Rabb, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku & kepada kedua orang tuaku, & agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; & berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim..”

[QS. Al Ahqaaf, 46:15]



Categories: Uncategorized Tags:

blissful

March 14, 2010 4 comments

..Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan & menjadikan iman itu indah dalam hatimu..”

[QS. Al Hujuraat, 49:6]



Categories: Uncategorized Tags:
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.