Home > Uncategorized > Berkunjung ke Pulau Tanjung Kunyit

Berkunjung ke Pulau Tanjung Kunyit

Lontar, 20 April 2011

Hari itu ada kegiatan Posyandu di Pulau Tanjung Kunyit, Kalimantan Selatan. Empat orang petugas, termasuk aku, berangkat ke sana.
Di perjalanan, motor yang kutumpangi mampir sebentar ke tukang tambal ban, ban belakang kempes.

Perjalanan dilanjutkan kembali. Kami menyusuri jalan yg tidak selalu bagus dan lumayan jauh menuju dermaga di selatan Pulau Laut Barat, Teluk Tamiang namanya.

Sampai di Teluk Tamiang, kami memarkir motor.
Sambil menunggu kapal yang akan menyeberangkan kami, kami melihat-lihat rumput laut yang masih segar, berwarna hijau, baru “dipetik”.

Kami naik kapal kayu.
Air laut tenang. Angin sepoi-sepoi. Pemandangan menakjubkan. Tetapi terik matahari sangat terasa menusuk kulit. Aku bernaung di bawah payungku.
Perjalanan santai saja, memakan waktu sekitar 30′, ditemani ikan-ikan, budidaya rumput laut dan kapal-kapal yang lain.

Tiba di Pulau Tanjung Kunyit.
Terlihat rumah-rumah sederhana di atas pasir pinggir pantai. Sebagian rumahnya berdiri di atas air laut. Rumah panggung. Banyak rumah kayu.
Banyak rumah yang tak tampak layak untuk ditempati manusia. Mirip kandang ayam, bahkan bisa jadi kandang tampak lebih baik daripada rumah mereka. Sekilas terlihat seorang anak kecil sedang BAB di atas pasir. Setelah keluar, ia berpindah tempat untuk membuang yang selanjutnya.

Maasyaa Allaah..

Prihatin.
Terusik rasa malu dan sesak dalam hati.
Sedih.
Di bumi Indonesia masih ada manusia yang hidup seperti ini.

Kami berjalan sampai di rumah kader kesehatan desa. Para orang tua berdatangan membawa anak-anak kecilnya. Anak-anak berseragam sekolah ada pula yang datang. Ibu hamil dan balita dilayani teman-temanku, diperiksa dan mendapat penyuluhan.

Aku pikir pelayanan bagianku tidak kondusif untuk dilakukan saat itu. Aku mati gaya. Anak-anak usia sekolah menonton kami.

Aku panggil satu anak laki-laki berseragam putih merah dan berpeci, ia tampak ceria. Kupersilakan ia duduk di kursi di depanku. Kutanya namanya (haduh… Siapa ya, sekarang aku lupa nih.. :d).
Kuminta ia membuka mulutnya. Kuperiksa rongga mulutnya. Kuajak bicara dirinya. Ia sering memperlihatkan giginya, alias nyengir.
Setelah selesai, aku panggil anak yang lain. Kebanyakan mereka tidak mau, hanya mesem-mesem dan ingin melihat temannya yang diperiksa.

Akhirnya aku kumpulkan anak-anak usia sekolah yang tidak semuanya bersekolah itu. Ada sekitar 30-an anak. Kuminta mereka duduk menghadap aku. Mereka menurut. Aku senang.

Aku memperkenalkan diriku dan teman-temanku kepada mereka. Lalu aku mulai menyampaikan secuil ilmu yang kumiliki. Mereka menyimak uraian dan menjawab pertanyaanku tanpa malu-malu. Wajah mereka dihiasi senyum gembira. Aku senang.
*Untungnya mereka mengerti bahasa Indonesia, jadi aku tidak kesulitan berkomunikasi dengan mereka.

Tak terasa hari semakin siang. Kami harus kembali. Kami pamit pada semua. Kami senang dengan penerimaan yang baik terhadap kami di tempat mereka. Terutama aku, aku senang anak-anak tadi begitu antusias mendengarkan aku berbicara.

Semoga ilmu yang mereka dapatkan, meskipun hanya sedikit, bisa mereka terapkan dan sebarkan.
Semoga anak-anak itu tetap semangat belajar dan dapat meraih cita-citanya.
Kelak jika kalian besar, keluarlah dari pulau itu, Adik-adik, you’ll see the real world..
Bangunlah kampung halaman kalian..

Kami kembali menaiki perahu kayu, menyeberang ke Pulau Laut.

Pulau Tanjung Kunyit..
Meskipun sekejap aku menginjak tanahmu, persinggahan tadi berkesan untukku.
Entah kapan aku bisa datang ke pulau itu lagi.
Thank you, people..

Alhamdulillaah..✉

Posted with WordPress for BlackBerry.

Categories: Uncategorized Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.