Pulau Laut Barat – Kotabaru – Kalimantan Selatan

June 15, 2011 Leave a comment

Pulau Laut Barat, Kotabaru, Kalimantan Selatan

Negara : Indonesia
Provinsi : Kalimantan Selatan
Kabupaten : Kotabaru
Pemerintahan - Camat

Luas : 398,8 km²
Jumlah penduduk : 17.186 jiwa
Kepadatan penduduk : 43 jiwa/km²
Desa/kelurahan : 21 Desa

Pulau Laut Barat adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kotabaru, dengan ibukota kecamatan Lontar. Pulau Laut Barat terletak di ujung selatan Pulau Laut.

Secara Geografis : terletak di 116° 05’ – 116° 20’ BT dan 0 3° 20’ – 3° 45’ LS .
Posisi ini menjadikan Lontar terletak nyaris berada di tengah-tengah wilayah Indonesia –>  Centre of Indonesia .

Batas Wilayah Sebelah Timur : Pulau Laut
Kepulauan Sebelah Selatan : Laut Jawa
Sebelah Utara : Pulau Laut Tengah
Sebelah Barat : Selat Laut

Kedalaman laut alami berkisar 19 meter membuat pantai Barat Pulau Laut sangat tepat untuk dijadikan sebgai pelabuhan.

Penduduk Kecamatan Pulau Laut Barat terdiri dari beberapa suku bangsa, diantaranya :
- Suku Mandar sebagai penduduk asli
- Suku Bugis
- Suku Banjar
- Suku Jawa (transmigrans).

Mata pencaharian mayoritas penduduk Pulau Laut Barat adalah sebagai nelayan dan petani.
Pesisir Barat Pulau Laut Barat diwarnai dengan kebudayaan khas pesisir Bugis dan Mandar.

Lontar sebagai ibukota kecamatan merupakan kota paling berdenyut di Pulau Laut setelah Kotabaru. Jasa pelabuhan batu bara di kawasan industri Mekarputih menjadi salah satu urat nadi perkembangan kecamatan ini. Kawasan industri Mekarputih saat ini semakin berkembang dengan dibangunnya komplek Shell yang cukup besar.

Potensi kelautan berupa perikanan, kerang mutiara, budidaya kerapu dan rumput laut.
Perkebunan sawit terhampar luas memberikan harapan besar pertumbuhan Pulau Laut Barat untuk semakin maju.
Didukung telekomunikasi yang mudah diakses, potensi-potensi yang ada di Pulau Laut Barat tersebut menjanjikan dan memungkinkan untuk dapat dikembangkan.¤

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pulau_Laut_Barat,_Kotabaru

  Kompleks Puskesmas Perawatan Lontar 

Jalan Lapangan 5 Oktober

Pulau Laut Barat, Kotabaru

Kalimantan Selatan

View of Lontar's Puskesmas & Residence

Lontar, 1 Juni 2011

photo by HMA

Categories: Uncategorized Tags:

Berkunjung ke Pulau Tanjung Kunyit

April 30, 2011 Leave a comment

Lontar, 20 April 2011

Hari itu ada kegiatan Posyandu di Pulau Tanjung Kunyit, Kalimantan Selatan. Empat orang petugas, termasuk aku, berangkat ke sana.
Di perjalanan, motor yang kutumpangi mampir sebentar ke tukang tambal ban, ban belakang kempes.

Perjalanan dilanjutkan kembali. Kami menyusuri jalan yg tidak selalu bagus dan lumayan jauh menuju dermaga di selatan Pulau Laut Barat, Teluk Tamiang namanya.

Sampai di Teluk Tamiang, kami memarkir motor.
Sambil menunggu kapal yang akan menyeberangkan kami, kami melihat-lihat rumput laut yang masih segar, berwarna hijau, baru “dipetik”.

Kami naik kapal kayu.
Air laut tenang. Angin sepoi-sepoi. Pemandangan menakjubkan. Tetapi terik matahari sangat terasa menusuk kulit. Aku bernaung di bawah payungku.
Perjalanan santai saja, memakan waktu sekitar 30′, ditemani ikan-ikan, budidaya rumput laut dan kapal-kapal yang lain.

Tiba di Pulau Tanjung Kunyit.
Terlihat rumah-rumah sederhana di atas pasir pinggir pantai. Sebagian rumahnya berdiri di atas air laut. Rumah panggung. Banyak rumah kayu.
Banyak rumah yang tak tampak layak untuk ditempati manusia. Mirip kandang ayam, bahkan bisa jadi kandang tampak lebih baik daripada rumah mereka. Sekilas terlihat seorang anak kecil sedang BAB di atas pasir. Setelah keluar, ia berpindah tempat untuk membuang yang selanjutnya.

Maasyaa Allaah..

Prihatin.
Terusik rasa malu dan sesak dalam hati.
Sedih.
Di bumi Indonesia masih ada manusia yang hidup seperti ini.

Kami berjalan sampai di rumah kader kesehatan desa. Para orang tua berdatangan membawa anak-anak kecilnya. Anak-anak berseragam sekolah ada pula yang datang. Ibu hamil dan balita dilayani teman-temanku, diperiksa dan mendapat penyuluhan.

Aku pikir pelayanan bagianku tidak kondusif untuk dilakukan saat itu. Aku mati gaya. Anak-anak usia sekolah menonton kami.

Aku panggil satu anak laki-laki berseragam putih merah dan berpeci, ia tampak ceria. Kupersilakan ia duduk di kursi di depanku. Kutanya namanya (haduh… Siapa ya, sekarang aku lupa nih.. :d).
Kuminta ia membuka mulutnya. Kuperiksa rongga mulutnya. Kuajak bicara dirinya. Ia sering memperlihatkan giginya, alias nyengir.
Setelah selesai, aku panggil anak yang lain. Kebanyakan mereka tidak mau, hanya mesem-mesem dan ingin melihat temannya yang diperiksa.

Akhirnya aku kumpulkan anak-anak usia sekolah yang tidak semuanya bersekolah itu. Ada sekitar 30-an anak. Kuminta mereka duduk menghadap aku. Mereka menurut. Aku senang.

Aku memperkenalkan diriku dan teman-temanku kepada mereka. Lalu aku mulai menyampaikan secuil ilmu yang kumiliki. Mereka menyimak uraian dan menjawab pertanyaanku tanpa malu-malu. Wajah mereka dihiasi senyum gembira. Aku senang.
*Untungnya mereka mengerti bahasa Indonesia, jadi aku tidak kesulitan berkomunikasi dengan mereka.

Tak terasa hari semakin siang. Kami harus kembali. Kami pamit pada semua. Kami senang dengan penerimaan yang baik terhadap kami di tempat mereka. Terutama aku, aku senang anak-anak tadi begitu antusias mendengarkan aku berbicara.

Semoga ilmu yang mereka dapatkan, meskipun hanya sedikit, bisa mereka terapkan dan sebarkan.
Semoga anak-anak itu tetap semangat belajar dan dapat meraih cita-citanya.
Kelak jika kalian besar, keluarlah dari pulau itu, Adik-adik, you’ll see the real world..
Bangunlah kampung halaman kalian..

Kami kembali menaiki perahu kayu, menyeberang ke Pulau Laut.

Pulau Tanjung Kunyit..
Meskipun sekejap aku menginjak tanahmu, persinggahan tadi berkesan untukku.
Entah kapan aku bisa datang ke pulau itu lagi.
Thank you, people..

Alhamdulillaah..✉

Posted with WordPress for BlackBerry.

Categories: Uncategorized Tags:

Abortus Incomplete

April 26, 2011 Leave a comment

Lontar, 19 April 2011

Siang itu, setelah jam pelayanan di PKM berakhir, ada pasien abortus incomplete.
Dokter Amin izinkan aku ikut masuk ruang pemeriksaan.
Kulihat sang dokter begitu sabar dan tenang.
Beliau mulai memakai sarung tangan, lalu duduk di depan organ intim pasien, dan mulai melakukan pemeriksaan.

Ooh.. Begitu ya..

Kulihat caranya memeriksa.
Kulihat caranya membersihkan darahnya.
Kulihat caranya memasukkan alat bernama spekulum ke dalam organ itu.
Sang pasien harus “di-kuret”.

*Glekk.. @_@
Maasyaa Allaah..

#Thank you, Doc.. ^_^
Rabbi zidnii ‘ilman naafi ‘an..

Categories: Uncategorized Tags:

Cumi-cumi dan Air Kelapa Muda

April 15, 2011 Leave a comment

Bismillaah..

Jumat, 15 April 2011
@ Lontar

Hari ini pertama kali makan cumi-cumi di sini.
Pas makan, inget kalau cumi-cumi tu mengandung kolesterol yang agak tinggi, hehe..
Mudah-mudahan ga apa-apa, ya (kan ga tiap hari makan cumi-cumi).
Maklum lah, cumi-cumi tu makanan kesukaanku.

Minum air kelapa muda, langsung dari buah kelapa, pakai sedotan.
Ukuran buah kelapanya kali ini lebih kecil daripada biasanya.
Ga apa, segernya dapet qo & ga terlalu bikin kembung ke perut.
Air kelapa muda bagus untuk melancarkan pencernaan.

Alhamdulillaah..

Categories: Uncategorized Tags:

Sweetness

March 14, 2011 Leave a comment

..Ya Rabb, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku & kepada kedua orang tuaku, & agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; & berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim..”

[QS. Al Ahqaaf, 46:15]



Categories: Uncategorized Tags:

blissful

March 14, 2010 4 comments

..Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan & menjadikan iman itu indah dalam hatimu..”

[QS. Al Hujuraat, 49:6]



Categories: Uncategorized Tags:

Subhaanallaah walhamdulillaah

February 16, 2009 Leave a comment

bliss24

Categories: Uncategorized Tags:
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.